Sapa Teknologi

Stay up-to-date with Andy's Tech Vlog "Sapa Teknologi" on YouTube

Cara Praktis Backup Data Komputer dengan Active Backup for Business di NAS Synology


Dalam video kali ini, Andy Saputra akan berbagi informasi kepada kalian bagaimana cara membuat komputer PC atau Mac milik kita bisa terbackup oleh Synology.

Backup dapat digunakan jika PC kita terkena semacam virus dan lain-lain sehingga bisa kita restore menggunakan Backup for Synology. Untuk melakukan backup data, kalian bisa menggunakan Active Backup for Business. Langkah pertama yaitu kalian harus membuat sertifikat terlebih dahulu. Sertifikat Let’s Encrypt ini gratis dan prosesnya cepat. Jika kalian ingin memiliki sertifikat SSL sendiri, kalian juga bisa membuat CSR (Certificate Signing Request).

Setelah sertifikat sudah jadi, kalian bisa masuk ke komputer yang akan dilakukan backup kemudian download Synology Active Backup for Windows yaitu Synology Active Backup for Business Agent. Untuk melakukan recovery, kalian juga bisa memilih Active Backup for Business Recovery Media Creator. Jika Synology Active Backup for Business Agent telah terdownload, langkah selanjutnya yaitu dengan melakukan install dan set up pada port Active Backup for Business.

Pada saat melakukan set up, bagian Enable Retention Policy disarankan untuk dicentang agar NAS tidak penuh saat semua data terbackup. Active Backup for Business sangat disarankan untuk backup data karena agent cukup install saja dan semua pengaturan dapat dijalankan dan diedit pada DSM sendiri, kalian juga bisa update versi dari agent serta mengatur waktu backup sesuai keinginan kalian. Jika OS kalian mengalami crash atau error, kalian tidak perlu khawatir karena kalian tetap dapat restore data dengan menggunakan media download memilih Active Backup for Business Recovery Media Creator.

Penasaran bagaimana cara backup data di komputer dengan Active Backup for Business? Tonton sampai habis ya!

00:00 Intro
00:53 Tampilan Menu DSM
01:07 Cara Membuat Sertifikat
02:09 Set Up Sertifikat yang Telah Jadi
02:35 Bisa Membuat CSR Sendiri
02:55 Masuk ke Komputer yang Akan di Backup
03:09 Download Synology Active Backup for Windows
04:29 Download Active Backup for Business Agent
04:37 Langkah Install Active Backup for Business Agent
05:13 Set Up Port Active Backup for Business
06:04 Backup Type
07:34 Mengapa Pilih Active Backup for Business?
09:25 Proses Backup Data Selesai
09:32 Status Server Setelah Data Terbackup
09:50 Portal Active Backup Server
10:16 Bagaimana Cara Restore Data Jika OS Mengalami Eror?
11:00 Cara Login Portal Active
11:32 Bisa Restore dari Sisi Klien
12:49 Closing

Gimana nih menurut kalian tentang cara backup data di komputer dengan Active Backup For Business? Jika kalian ada pertanyaan bisa tulis di kolom komentar ya guys!

Alamat website Rufus:

Jika kalian suka video ini, jangan lupa like, comment, subscribe (berlangganan), dan share video ini ke temen-temen kalian semua ya, karena semua dukungan kalian itu mendorong kita untuk terus bikin video dan berkarya di YouTube.

Cheers & God bless you all
@Andy
 

Unboxing & Review Detail NAS Synology DS923+ : Bikin Storage Lega! Pilihan Terbaik untuk Kantor Anda


Dalam video kali ini, Andy Saputra akan berbagi informasi serta melakukan unboxing produk terbaru, yaitu NAS Synology DS923+, yang wajib untuk kalian simak.

Produk NAS Synology DS923+ ini memiliki bentuk unit yang sedang, tidak terlalu besar. Seri plus ini merupakan seri yang lebih update dari NAS Synology. Harganya cukup mahal, yaitu $947, namun sesuai dengan spesifikasinya, tentu sangat tepat untuk dimiliki. Bagian depan Synology seri ini memiliki 4 bay yang dilengkapi kunci agar tidak dapat dibuka sembarangan. Ukuran dari bay tersebut yaitu 3,5 inch dan dapat dipasang SSD dengan ukuran 2,5 inch.

Pada bagian belakang, NAS Synology seri ini memiliki dua kipas besar untuk menarik udara dari depan dan mengeluarkannya ke belakang, sehingga semua hard disk mendapat sirkulasi udara dan tidak panas. Terdapat juga USB 3.2 gen 1, dan jika kalian ingin upgrade slot, ada juga network upgrade slot. Selain itu, terdapat eSATA expansion port. Kalian juga bisa menambahkan lima bay drive ekstra dengan satu unit ekspansi DX517 untuk maksimal sembilan drive penyimpanan seharga $819. Terdapat tombol reset dan colokan tombol power.

NAS Synology ini juga memiliki power supply eksternal yang mudah diganti jika terdapat masalah. Synology seri plus ini lebih canggih, karena telah menggunakan CPU AMD Ryzen dan dilengkapi dengan memori ECC yang bisa di upgrade sampai 32 GB. Synology DS923+ ini memiliki fitur hot swappable, yaitu kemampuan untuk mengganti drive tanpa harus mematikan unit NAS. NAS seri ini juga memiliki SHA atau Synology High Availability. Misalnya, jika memiliki dua mesin Synology yang sama, kalian bisa menggunakannya sebagai SHA karena tidak akan ada downtime sama sekali, sangat cocok untuk kalian yang bekerja di kantor.

Penasaran bagaimana review dan keunggulan dari NAS Synology Seri DS923+? Tonton video ini sampai habis ya!

00:35 Unboxing Synology DS923+
00:52 Model unit NAS Synology DS923+
01:13 Bagian depan NAS
01:39 Ukuran bay
01:57 Bagian belakang NAS
03:20 Harga Synology DS923+
03:43 Power supply eksternal
04:00 Tidak pakai CPU Intel
04:30 Memori NAS tidak perlu upgrade
04:59 Bagian bawah NAS
05:32 Pemasangan SSD model baru dari Synology
05:46 Hardisk Seagate Exos x18
05:57 Hardisk tidak harus pakai Synology label
06:15 Pemasangan hard disk
07:17 Suara mesin NAS yang hening
07:37 Pemasangan kabel
08:18 Set Up DSM
08:37 Lokasi DSM terinstal
09:10 Uji suara mesin NAS Synology
10:19 Rekomendasi produk Synology
10:26 Berbagai seri DS plus
12:02 kelebihan DS923+
13:28 Expansion unit dari DS923+
14:01 Harus pakai memori dengan Synoloygy label
15:38 Apa itu Synology High Availability?
16:16 Closing

Bagaimana menurut kalian tentang review dan keunggulan dari NAS Synology Seri DS923+? Jika kalian ada pertanyaan, bisa tulis di kolom komentar ya, guys!

Jika kalian suka video ini, jangan lupa like, comment, subscribe (berlangganan), dan share video ini ke temen-temen kalian semua ya, karena semua dukungan kalian itu mendorong kita untuk terus bikin video dan berkarya di YouTube.

Cheers & God bless you all
@Andy
 

Panduan Lengkap Instalasi DSM dan Setup NAS Synology RackStation dengan RAID 5


Dalam video kali ini, Andy Saputra akan berbagi tips dan informasi dengan kalian cara install DSM synology dan bagaimana set up NAS synology dengan simpel dan mudah.

Melanjutkan video part 1 sebelumnya, kali ini langkah yang harus kalian lakukan adalah dengan menginstall DSM. Caranya dengan masuk ke website find synology dan klik connect. Setelah itu kalian dapat mengunduh DiskStation Manager (DSM) versi terbaru yaitu versi 7.1. Proses install DSM ini juga terbilang cepat nih guys. DSM ini juga terbilang canggih sehingga cukup aman terhindar dari hack. Keunggulan dari synology adalah jika ada salah satu hard disk yang kita miliki mengalami masalah atau bahkan mati, maka synology akan bisa melakukan boot dari hard disk lainnya.

Langkah selanjutnya kalian sign in ke akun Synology yang kalian miliki dan menyalakan QuickConnect karena QuickConnect ini simpel dan jika tidak memiliki IP static pun tidak masalah. Selain itu, ada fitur active insight yang bisa mendukung secara gratis sampai 3 NAS Synology. Ada juga DSM configuration backup yang berfungsi untuk backup data ke akun Synology, sehingga jika ada masalah maka hanya perl login dan restore konfigurasi saja. Kemudian jangan lupa untuk cek hard disk dan start konfigurasi storage pool dan volume dengan menggunakan RAID 5.

Cara kerja RAID 5 ini yaitu akan memotong 1 kapasitas hard disk dan akses pun akan lebih kencang karena ke-4 hard disk akan bekerja bersamaan. Untuk file system sangat direkomendasikan menggunakan Btrfs karena terdapat banyak keunggulan dan fitur-fitur terbaiknya seperti fitur snapshot yang merupakan fitur native dari btrfs. Pengunaan RAM ECC juga penting untuk NAS atau penyimpanan lainnya karena bakal berguna pada bagian advance data integrity sehingga untuk recovery data lebih akurat.

Penasaran bagaimana cara mudah install DSM dan set up NAS Synology? Tonton sampai habis ya!

00:00 Intro
00:01 Cuplikan Part 1
00:19 Cara install DSM
01:00 Set up NAS
01:26 Unduh DSM versi terbaru
01:49 Keunggulan synology
02:22 DSM versi 7.1
03:03 Sign in akun Synology
03:19 Synology QuickConnect
04:29 Kelebihan QuickConnect
05:13 Kegunaan Active Insight
05:29 DSM configuration backup
06:14 Pengecekan hard disk
06:43 Create storage pool and volume
07:04 RAID 1
07:18 RAID 5
07:39 RAID 6
08:21 RAID 10
08:59 Konfigurasi basic dan JBOD
09:12 Set Up NAS dengan RAID 5
10:21 File system Btrfs
10:31 Kegunaan fitur snapshot
11:48 Fungsi Advanced Data Integrity Protection
12:56 Fitur lain dari Btrfs
14:09 Proses format hard disk
14:22 Apa itu optimising in the background
15:18 Kegunaan DSM Settings Recovery
16:01 Spesifikasi RAM
16:40 Processor Xeon D-1521
18:02 Pentingkah RAM ECC untuk NAS?
18:49 Restart automatically pada power recovery
20:00 Closing

Gimana nih menurut kalian tentang cara mudah install DSM dan set up NAS Synology? Jika kalian ada pertanyaan bisa tulis di kolom komentar ya guys!

Website Install DSM :
finds.synology.com

Jika kalian suka video ini, jangan lupa like, comment, subscribe (berlangganan), dan share video ini ke temen-temen kalian semua ya, karena semua dukungan kalian itu mendorong kita untuk terus bikin video dan berkarya di YouTube.

Cheers & God bless you all
@Andy
 

Unboxing dan Cara Pasang NAS Synology Seri RackStation: Solusi Simpan Data Aman dan Canggih!


Dalam video kali ini, Andy Saputra akan melakukan unboxing dan review produk NAS Synology Seri RS3618xs. Selain unboxing dan review, Andy juga akan membagikan kepada kalian bagaimana cara instaal dan memasang NAS Synology seri ini.

NAS Synology Seri RS3618xs ini sangat cocok bagi perusahaan-perusahaan besar yang membutuhkan NAS untuk penyimpanan data dalam skala besar. Kalian dapat menyimpan data-data dengan aman dan dengan teknologi yang canggih pada synology ini. Pengemasan synology ini juga sangat aman karena ada double box untuk pengiriman dan produk. Keunggulan dari NAS Syology seri RS3618xs ini salah satunya yaitu hard disk yang dipasang tidak harus merk synology.

Selain body dari NAS Synology, diberikan juga perlengkapan lainnya seperti kabel, sekrup, dan pastinya petunjuk bagaimana cara memasang synology ini. NAS Synology seri RS3618xs ini sudah dilengkapi dengan memori bawaan sebesar 8GB ECC yaitu dengan kemampuan eror correcting, serta dilengkapi dengan processor berjumlah 4 core. Kalian juga harus memastikan bahwa kalian menggunakan RAM dari synology ya guys, agar tidak ada masalah nantinya kedepan karena jika pasang RAM yang non synology dan muncul masalah maka synology tidak akan support dan diminta untuk melepas RAM tersebut.

NAS Synology seri ini juga dilengkapi dengan 4 kipas dan dapat diganti tanpa harus mematikan servernya. Selain itu juga terdapat aerator untuk mengarahkan udara dari kipas menuju hatching. Andy juga akan memasang hard disk merk Seagate Exos x18 ukuran 10 TB yang memiliki kelebihan menggunakan helium sehingga hard disk lebih dingin. Harga hard disk ini yaitu $508.30. Bagi kalian yang akan membangun RAID atau NAS, maka kalian harus serius dalam pemilihan hard disk dengan cara cek data spesifikasi dan pastikan memilih eror correcting 10E15 agar data dalam raid tidak hilang.

Penasaran bagaimana review dan keunggulan dari synology seri RS3618xs? Tonton sampai habis ya!

00:00 Intro
00:43 Unboxing RS3618xs
01:15 Perlengkapan pendukung
01:44 Body NAS Synology RS3618xs
02:13 Proses membuka NAS
02:21 RAM Synology
02:54 Pemasangan RAM
03:17 Dilengkapi 4 kipas
03:29 Konektivitas storage
03:35 Ada power supply
03:44 Fungsi air gutter pada rackstation
04:43 Port interface bagian belakang
05:20 Ada tombol reset
05:27 Pemasangan cover NAS
05:38 Hard disk Seagate Exos x18
06:01 Kelebihan Seagate Exos x18
06:27 Harga hard disk exos $508.30
06:38 Kemampuan error correction code memory
07:01 Pentingnya pemilihan hard disk saat membangun NAS
07:41 Cek data spesifikasi
08:37 Pemasangan hard disk
09:07 Mengapa harus Seagate Exos ?
10:36 Keunggulan dari RS3618xs
12:09 Memasang rail RKS-02
12:37 Pemasangan rail pada NAS
13:33 Cara melepas rail
13:59 Menyalakan RS3618xs pertama kali
14:17 Cuplikan part 2
14:31 Closing

Gimana nih menurut kalian tentang review dan keunggulan dari synology seri RS3618xs? Jika kalian ada pertanyaan bisa tulis di kolom komentar ya guys!

Jika kalian suka video ini, jangan lupa like, comment, subscribe (berlangganan), dan share video ini ke temen-temen kalian semua ya, karena semua dukungan kalian itu mendorong kita untuk terus bikin video dan berkarya di YouTube.

Cheers & God bless you all
@Andy
 

Tutorial pembuatan site-to-site tunnel dengan ZeroTier di MikroTik


Dalam video kali ini, Andy akan berbagi kepada kalian bagaimana cara install dan membuat side to side tunnel dengan menggunakan fitur ZeroTier pada MikroTik.

ZeroTier merupakan sebuah protokol VPN baru yang juga sebuah fitur dari MikroTik untuk menghubungkan suatu kantor ke kantor lainnya dengan tunnel walaupun salah satu atau kedua kantor tidak punya IP public yang statik. Fitur ZeroTier ini bekerja seperti switch pada internet dengan membuat koneksi antar node menjadi peer to peer. ZeroTier berfungsi seperti central sehingga jika kalian menginstal ZeroTier pada router maka nantinya dapat terkoneksi dengan router manapun asalkan memiliki ZeroTier ID.

Untuk menggunakan zero tier, kalian harus download extra packages untuk arsitektur mikrotik ARM atau ARM64 dan pastikan versi routerOS harus sama ya! Setelah mendownload, langkah selanjutnya yaitu dengan menginstal packages tersebut. Kemudian kalian perlu untuk login di my.zerotier.com dan memberi nama pada tunnel kalian pada network id yang telah dibuat. Lalu memilih access control dan mengisi node ID. Hal yang tidak boleh kalian lupakan adalah dengan mencentang authorized node agar dapat komunikasi dan status menjadi OK.

Setelah selesai melakukan konfigurasi, kalian harus set untuk routing di ZeroTier central dan masukkan destination serta IP LAN. Cara konfigurasi ZeroTier sangat mudah karena kalian tidak butuh set up static route dan set up untuk NAT. Maksimum authorized node tersedia sebanyak 25 devices. Kalian juga tidak perlu khawatir untuk masalah kecepatan jika menggunakan ZeroTier karena koneksi dari fitur ZeroTier adalah peer to peer. Fitur ZeroTier ini cukup kencang dan penggunaannya pun gratis.

Penasaran bagaimana cara install dan membuat tunnel dengan ZeroTier? Tonton sampai habis ya!

00:00 Intro
00:47 Download extra packages
01:24 Cara install packages
02:15 Login ke website ZeroTier
02:38 ZeroTier sebagai central
03:10 Pemberian nama tunnel
03:27 Access control ada private dan public
04:39 Menambahkan Node ID
04:50 Menyalakan instance dan running
05:54 Cara mendapatkan Node ID
06:47 Konfigurasi ke kantor B
08:25 Mencentang authorized node
09:51 Cara memunculkan IP di address list
10:50 Tes ping pada node yang di authorise
11:09 Set routing di ZeroTier Central
12:07 Memasukkan IP LAN
13:17 Konfigurasi zero tier dengan mudah
13:59 Tes ping dari Kantor B
14:10 Tes ping dari Kantor A
14:22 Pembuktian tes ping dari Mac Studio
14:44 Tes traceroute
15:09 Fitur ZeroTier yang kencang
16:30 Penggunaan ZeroTier gratis
17:26 Peer saling berkomunikasi
19:06 Maksimum jumlah authorised node
20:11 Biaya jika upgrade ZeroTier
20:41 Kesimpulan fitur ZeroTier di MikroTik
21:48 Koneksi peer to peer ZeroTier
23:09 Closing

Alamat website ZeroTier Central:

Alamat website download MikroTik RouterOS terbaru:

Gimana nih menurut kalian tentang cara install dan membuat tunnel dengan ZeroTier? Jika kalian ada pertanyaan bisa tulis di kolom komentar ya guys!

Jika kalian suka video ini, jangan lupa like, comment, subscribe (berlangganan), dan share video ini ke temen-temen kalian semua ya, karena semua dukungan kalian itu mendorong kita untuk terus bikin video dan berkarya di YouTube.

Cheers & God bless you all
@Andy
 

Review Router Generasi Terbaru Spesifikasi Mantap dari MikroTik RB5009UPr+S+IN vs CCR1009-7G-1C-1S+


Dalam video kali ini, Andy Saputra akan melakukan unboxing dan review produk Router RB5009UPr+S+in generasi terbaru dari MikroTik yang bisa dibuat berdasarkan permintaan dan spesifikasi kita sendiri.

Produk router dari MikroTik ini memang memiliki nama produk yang unik dan memiliki arti dari setiap nama produknya. Produk dari MikroTik memiliki packaging yang simpel. Model router RB5009UPr+S+IN generasi terbaru ini cukup berat dan memiliki casing yang terbuat dari aluminium. Router ini juga memiliki passive cooling sehingga tidak akan berisik dan pas serta cocok diletakkan pada tempat-tempat yang hening. Selain router board, kalian juga akan mendapat komponen lainnya seperti kabel power, power supply, dan sekrup jika ingin memasang router di dinding. Selain di dinding kalian juga bisa meletakkan router di meja dengan tidak lupa memasang rubber.

Body dari router RB5009UPr+S+IN ini terbilang kecil, namun untuk PoE in dan PoE out bisa di seluruh port sehingga dapat menyalakan router board dengan langsung mencolokkan power supply atau bisa dengan memakai PoE injector dari port manapun. Terdapat pula Port USB 3.0 Type A jika ingin dicolokkan dengan storage eksternal atau bisa juga dijadikan seperti NAS. Selain itu, router ini juga dilengkapi dengan DC Terminal yang berguna untuk kalian yang ingin memasang di tower selular. Namun jika kalian ingin memasang router ini di lokasi darurat maupun lokasi-lokasi yang membutuhkan solar panel pun tetap bisa.

Andy juga akan membandingkan router RB5009UPr+S+in ini dengan router jenis lain yaitu CCR1009. Router RB5009UPr+S+IN generasi terbaru ini telah menggunakan arsitektur ARMADA 7040 dengan 4 core processor, RAM 1GB dan storage 1GB, sedangkan untuk router CCR1009 memiliki memori 2 GB dengan arsitektur tile dan jumlah core yaitu sebanyak 9 core. Keunggulan dari Router RB5009UPr+S+IN ini bisa memakai power supply dan PoE inejctor apapun akan tetap masuk dan menyala sehingga mantap dan rekomen banget nih guys!

Penasaran bagaimana review produk router 5009UPr+S+IN dari MikroTik? Tonton sampai habis ya!

00:00 Intro
00:31 Arti nama produk RB5009UPr+S+IN
01:14 Unboxing router RB5009UPr+S+IN
01:56 Dapat komponen pendukung lainnya
02:33 Pemasangan rubber
02:52 Kegunaan rubber
03:09 Daya power supply yang besar
03:23 Ada PoE in and out di seluruh port
04:14 Kegunaan Port USB 3.0 Type A
04:35 SFP+ Plus up to 10GB
05:12 Manfaat DC Terminal
05:46 Bisa dipasang di lokasi darurat bisa
06:11 Menggunakan arsitektur ARMADA 7040
07:02 Konfigurasi router CCR1009
07:33 Pembuktian port PoE out dengan PoE Detector
08:19 Performa router CCR1009
08:36 Sistem resources dari CCR1009
09:03 Permasalahan core pada CCR1009
09:39 Produk baru MikroTik dengan arsitektur ARM
10:12 Grafik CPU dari router CCR1009
10:52 Grafik penggunaan memori pada CCR1009
11:26 Traffic gateway utama CCR1009
12:00 Proses transfer kabel pakai RB5009UPr+S+IN
13:15 Processor resources RB5009
15:00 System health RB5009
15:19 Keunggulan router RB5009
16:38 Temperatur CPU dan board
18:03 Cara transfer konfigurasi
19:24 Uji IPsec RB5009
19:45 Kelebihan lain dari RB5009
20:40 Mengapa harus MikroTik?
20:49 Apa itu block diagram?
22:14 Perbandingan block diagram generasi sebelumnya
23:01 Diagram blok CCR1009
23:40 Kelemahan router CCR1009
24:16 Hasil tes RB5009 vs CCR1009
24:53 Perbandingan IPsec RB5009 vs CCR1009
25:33 Kesimpulan produk router RB5009
26:20 Closing

Gimana nih menurut kalian tentang review produk router 5009UPr+S+IN dari MikroTik? Jika kalian ada pertanyaan bisa tulis di kolom komentar ya guys!

Jika kalian suka video ini, jangan lupa like, comment, subscribe (berlangganan), dan share video ini ke temen-temen kalian semua ya, karena semua dukungan kalian itu mendorong kita untuk terus bikin video dan berkarya di YouTube.

Cheers & God bless you all
@Andy
 

Rekomendasi Laptop Murah dan Masih Layak Dibeli di 2023: Macbook Air M1


Dalam video kali ini, Andy akan melakukan unboxing dan review produk Laptop MacBook Air M1 yang dirilis pada tahun 2020. Laptop MacBook Air M1 merupakan salah satu produk dalam rangkaian M series milik Apple.

Meskipun dirilis pada tahun 2020 lalu, Andy Saputra masih merekomendasikan laptop ini untuk dipakai di tahun 2023 karena spesifikasinya yang tidak terlalu jauh dan tidak ada perubahan yang signifikan dengan series M2 dan memiliki SSD yang lebih kencang dibandingkan SSD dari MacBook Air M2. Selain itu, MacBook Air M1 ini juga masih mendukung untuk dolby atmos play back dimana jika kalian ingin menonton film maka suara speaker ynag dihasilkan bagus banget nih guys. Saat ini Apple juga memberi diskon 15% untuk produk MacBook Air M1 dari harga aslinya yaitu dari harga $1749 menjadi $1499 atau sekitar 14-15 jutaan aja nih guys, terjangkau banget kan!

MacBook ini juga dilengkapi dengan kabel bawaan dari Apple yang harus kalian gunakan karena di dalam kabel tersebut terdapat chip sehingga saat kalian melakukan charging laptop akan menjadi lebih efisien. Selain itu kalian juga mendapatkan power adapter sebesar 30 Watt dan tidak lupa juga mendapat buku panduan serta stiker apple berwarna silver. MacBook M1 ini juga sangat cepat menyala dalam hitungan detik saja. MacBook ini juga tidak pernahl gagal dalam membaca fingerprint kita di touch ID. Baterai M1 cukup awet karena untuk penggunaan biasa sehari-hari bisa mencapai 5-7 hari.

Spesifikasi MacBook Air M1 terdiri atas 8 core yaitu 4 performances core dan 4 efficiency core. Untuk suara dari microphone dan speaker pun sangat bagus dan jernih. Ada juga bluetooth controller pada M1 yang dapat menggunakan chipset dengan fitur WiFi 6 yang dapat menghemat baterai dan saat melakukan transfer data lebih kencang dan efisien. MacBook Air ini memiliki layar dengan resolusi cukup tinggi dan brightness cukup cerah meskipun memakia dark mode. MacBook sendiri tidak memiliki mesin yang bergerak di dalam sehingga kalian tidak perlu khawatir laptop panas karena laptop akan selalu dingin.

Penasaran bagaimana review dari MacBook Air M1? Tonton sampai habis ya!

00:00 Intro
00:33 Unboxing MacBook Air M1
00:55 Kabel bawaan dari apple
01:28 Power adapter M1
01:57 Dapat buku panduan dan stiker Apple
02:17 Model laptop MacBook Air M1
02:48 Laptop menyala dalam hitungan detik
03:01 Mengapa MacBook Air M1 masih layak di 2023?
03:27 Set up MacBook M1
04:30 Set up Touch ID
04:41 Baterai M1 yang tahan lama
06:21 Spesifikasi MacBook Air M1
06:56 Bisa transaksi online dengan Apple Pay
07:19 Uji microphone MacBook Air M1
07:31 Uji speaker MacBook Air M1
08:31 Keawetan baterai M1
08:54 Bluetooth controller M1 menggunakan chipset dengan fitur Wi-Fi 6
09:17 Manfaat fitur WiFi 6
09:48 Webcam M1
10:05 MacBook Air tidak punya bawaan ethernet
10:36 Spesifikasi CPU M1
10:56 Layar dengan resolusi tinggi
11:46 Memori 8GB
12:10 SSD M1 lebih kencang daripada M2
13:20 Uji kecepatan SSD M1
15:11 Trackpad M1
15:49 Berbagai jenis MacBook Air
16:55 Spesifikasi umum MacBook M1
18:06 Spesifikasi model M1
19:18 Macbook M1 support Dolby Atmos
20:14 Closing

Gimana nih menurut kalian tentang Macbook Air M1? Jika kalian ada pertanyaan bisa tulis di kolom komentar ya guys!

Jika kalian suka video ini, jangan lupa like, comment, subscribe (berlangganan), dan share video ini ke temen-temen kalian semua ya, karena semua dukungan kalian itu mendorong kita untuk terus bikin video dan berkarya di YouTube.

Cheers & God bless you all
@Andy
 

Unboxing dan Review iMac M1: Jadi lebih baik Windows atau Mac? Temukan jawabannya disini! 🎙️🖥️🔊


Dalam video kali ini, Andy Saputra akan melakukan unboxing sekaligus review terhadap iMac M1. Selain itu, Andy juga akan melakukan uji coba pada beberapa komponen pada iMac M1.

Andy memesan iMac M1 dengan custom order penyimpanan karena jika penyimpanan besar maka komputer akan awet. Produk komputer iMac M1 ini sebenarnya telah berusia 2 tahun. Body dari iMac M1 ini tipis hanya sekitar 0,6 cm dan langsing. Kalian dapat membeli produk ini dengan termasuk keyboard dan mousenya, tergantung kebutuhan kalian masing-masing dan kali juga akan mendapatkan kabel charging, power supply yang keren, serta tidak lupa mendapat stiker Apple nih guys. Penggunaan komputer iMac ini sangat disarankan untuk kalian yang bekerja kantoran atau seperti desain atau Adobe Photoshop.

Produk iMac M1 ini tidak banyak menggunakan kabel, hanya 1 kabel saja sehingga lebih praktis. Untuk pengalaman menghidupkan komputer iMac sendiri hanya kurang dari 5 detik. Bagi kalian yang bekerja dengan Adobe Photoshop, iMac M1 ini sangat cocok karena dapat memberikan warna yang akurat serta kamera webcam yang bagus dan tajam. Untuk keyboard telah dilengkapi dengan Touch ID. Touch ID dari Apple memiliki security hardware sehingga aman. Harga keyboard Apple cukup lumayan mahal, mulai dari $120 hingga $200.

Andy membeli iMac M1 ini dengan harga NZD$3,300. Jika kalian membeli produk Apple langsung dari Apple Store dan membeli sebagai perusahaan juga, maka kalian tidak perlu membayar pajak sehingga bisa mendapat potongan harga seperti Andy nih guys. Menurut Andy, produk iMac M1 ini masih oke untuk dibeli di tahun 2023 ini karena untuk tipe M1 dan M2 sebenarnya tidak berbeda jauh, bahkan untuk tipe M2 sendiri memiliki SSD yang lebih lambat. Komputer Apple sangat cocok untuk pekerjaan sehari-hari karena jika dibandingkna, untuk OS Windows kurang aman dan pasti membutuhkan anti virus, sedangkan untuk OS Apple telah secure by design karena setiap aplikasi di Mac OS merupakan 1 tempat sehingga jika ada aplikasi yang bermasalah maka tidak akan mengenai aplikasi lainnya.

Penasaran bagaimana Unboxing dan Review dari iMac M1? Tonton sampai habis ya!

00:00 Intro
00:54 Unboxing iMac M1
02:24 Dapat stiker apple
02:34 Rekomendasi komputer iMac untuk pekerja kantor
03:02 Mengukur power cord iMac M1
03:22 Steker kabel iMac menggunakan magnet
03:27 Bagian belakang iMac
04:07 Menyalakan iMac hanya kurang dari 5 detik
05:09 Keyboard iMac dengan touch ID
05:52 iMac cocok untuk pekerjaan photoshop
06:58 Harga keyboard Apple
07:15 Harga iMac M1
09:05 Keuntungan beli iMac langsung di Apple Store
10:00 Webcam iMac M1 yang tajam dan tidak pecah
10:31 Apakah masih worth it beli iMac di tahun 2023 ?
12:15 Uji kecepatan SSD
13:21 Penggunaan processor iMac M1
13:57 Browser benchmark dengan Speedometer 2.0
15:13 Uji microphone iMac M1
16:02 Uji kualitas suara dari speaker iMac
17:42 Display iMac M1
18:02 Memory iMac M1
18:10 OS Mac vs OS Windows
20:44 Kesiapan Apple dengan arsitektur ARM
23:34 Sistem UNIX pada Apple
24:00 Apakah Apple iMac bisa di upgrade?
25:14 Gigabit ethernet pada power supply
26:05 Closing

Gimana nih menurut kalian tentang komputer iMac M1? Jika kalian ada pertanyaan bisa tulis di kolom komentar ya guys!

Jika kalian suka video ini, jangan lupa like, comment, subscribe (berlangganan), dan share video ini ke temen-temen kalian semua ya, karena semua dukungan kalian itu mendorong kita untuk terus bikin video dan berkarya di YouTube.

Cheers & God bless you all
@Andy
 

Review PS5 Generasi Ke-3 Model Seri CFI-1200 : Dengan Teknologi Canggih dan Arsitektur Seperti PC


Dalam video kali ini, Andy Saputra tidak akan membahas tentang komputer namun akan melakukan unboxing dan review PS5 Generasi ke-3 untuk family edition.

PS5 Generasi ke-3 ini terdiri dari 2 tipe yaitu non family dan family edition. Untuk non family yaitu dengan 1 stick seharga $899, sedangkan untuk family edition terdiri dari 2 stik dengan harga $999. Andy membeli PS5 tipe family edition nih guys agar bisa digunakan bermain bersama keluarga. PS5 ini terdiri dari dua box dengan 1 box memiliki ukuran cukup besar. Perlengkapan PS5 ini terdiri dari quick strat guide, safety guard, stand untuk PC PS5, kabel HDMI, kabel USB-A, dan kabel USB-C. Tampilan dari PC dan stick dari PS5 Generasi 3 ini juga sangat menarik.

Untuk bagian interface depan dari PC PS5 terdiri dari power button, Ultra HD Blu-ray dan lain-lain, sedangkan untuk bagian belakang terdiri dari port power, HDMI 2.1 yang support untuk resolusi hingga 4K dan 8K. Untuk stand console game PS5 ini cocok jika PS5 hendak dipasang model horizontal, namun Andy akan memasang PC PS5 miliknya dengan model vertikal. Selain untuk charge, bagian port depan PC PS5 juga dapat digunakan untuk pertama kali pairing wireless controllernya. PS5 ini juga telah support untuk Wi-Fi 6 (802.11ax).

Pada saat proses update, PS5 lebih cepat dan kencang dibandingkan PS4 yang lama dalam hal update, install, dan download game. Secara teknologi, PS4 menggunakan bus interface SATA II, sedangkan untuk PS5 menggunakan PCIe Gen4, bahkan untuk ekspansi storage, juga sudah dilengkapi dengan slot NVMe. Dari segi pemrosesan data, PS5 memiliki memori bawaan sebesar 825GB GDDR6 RAM. PS5 generasi 3 juga memiliki berat yang lebih ringan sekitar 200 - 300 gram dengan penggunaan watt yang lebih kecil 20 Watt dibandingkan generasi sebelumnya sehingga lebih efisien. PS5 ini menggunakan arsitektur X86_64 seperti arsitektur komputer dekstop dan laptop modern.

Penasaran bagaimana Unboxing dan Review dari PS5? Tonton sampai habis ya!

00:00 Intro
00:41 Tampilan box dari PS5
00:53 Harga PS5
01:26 Unboxing PS5
01:37 Tampilan stick PS5
02:47 Tampilan PC PS5
03:02 Perlengkapan PS5
03:46 Bagian interface depan PC PS5
04:11 Bagian belakang PC PS5
05:10 Cara pasang stand PC PS5 untuk model vertikal
06:00 Kegunaan stand PC PS5
06:08 Kelebihan kabel HDMI 2.1 bawaan dari SONY
06:39 Coba menghidupkan PS5
07:17 Fungsi port depan PC PS5
07:27 Tidak ada logo PS5 pada kabel stick
07:52 Proses pairing PS5
08:40 Proses sistem update software
10:43 Mending pilih Digital version atau Disc version
11:16 Bisa install berbagai game yang ada di PS4
11:49 Kecanggihan dari stick PS5
13:18 Ada microphone pada stick PS5
13:41 Tes PS5 DualSense Wireless Controller
15:18 Arsitektur PS5
15:55 Closing

Gimana nih menurut kalian tentang produk PS5? Jika kalian ada pertanyaan bisa tulis di kolom komentar ya guys!

Jika kalian suka video ini, jangan lupa like, comment, subscribe (berlangganan), dan share video ini ke temen-temen kalian semua ya, karena semua dukungan kalian itu mendorong kita untuk terus bikin video dan berkarya di YouTube.

Cheers & God bless you all
@Andy
 

Mac mini M2 vs Mac Studio M1 Max: Perbandingan Performa untuk Gaming dan Editing


Dalam video kali ini, Andy Saputra akan unboxing dan review produk dari Apple Mac mini M2 yang memiliki RAM sebesar 24GB. Selain itu, Andy juga akan melakukan uji coba terhadap produk ini.

Apple selalu melakukan pengemasan yang elegan dan baik untuk setiap produknya, pengemasan yang selalu simpel sehingga mudah ketika dibuka. Secara desain dan body dari Apple Mac mini M2 ini masih sama persis dengan versi yang sebelumnya dan Andy akan membandingkan Apple Mac mini yang terbaru dengan Apple Mac Studio miliknya dengan body lebih besar. Mac Studio memiliki power yang lebih baik dan lebih cocok untuk profesional, sedangkan Mac mini lebih cocok untuk penggunaan home base.

Spesifikasi dasar dari Apple Mac mini M2 ini yaitu dengan memori bawaan 8 GB, namun Andy melakukan Configure to Order dengan RAM sebesar 24 GB karena Mac Silicon ini menggunakan memori unified. Memori unified berupa gabungan antara memori CPU dan GPU sehingga kalian harus mempertimbangkan untuk penggunaan kalian. Andy merekomendasikan untuk menggunakan RAM 24 GB, namun tetap kembali lagi pada kebutuhan dan penggunaan kalian ya guys!

Perbedaan Mac mini M2 dengan versi sebelumnya yaitu pada memori bandwidth lebih kencang dan untuk CPU serta GPU juga lebih cepat. Untuk Mac Studio M1 Max memiliki spesifikasi 8 performance core, 2 efficiency core, memori 32 GB, dan ethernet 10 Gbps. Sedangkan untuk Mac mini M2 memiliki spesifikasi 4 performance core, 4 efficiency core, RAM 24 GB, dan ethernet 1 Gbps. Setelah dilakukan uji Speedometer 2.0 pun didapatkan hasil bahwa Mac mini M2 lebih cepat daripada Mac Studio M1 Max, sehingga dapat disimpulkan bawah Mac mini M2 lebih efisien.

Penasaran bagaimana Unboxing dan Review dari Apple Mac mini M2? Tonton sampai habis ya!

00:00 Intro
00:32 Packaging shipping dari Apple yang simpel sehingga praktis ketika dibuka
01:09 Spesifikasi dasar dengan memori 8 GB
01:21 Unboxing Mac mini M2
01:59 Bentuk body Apple Mac mini M2
02:25 Perbandingan Apple Mac mini M2 vs Apple Mac Studio
02:43 Port Mac Studio
03:00 Port Apple Mac mini M2
03:58 Apa itu memori unified?
05:32 Dimensi luas Mac mini M2 vs Mac Studio
06:24 Proses setup Mac mini M2
07:14 Perbedaan Mac mini M2 dengan versi sebelumnya
07:53 Perbandingan kedua mesin Mac Studio vs Mac mini
08:14 Sistem informasi dari Mac Studio vs Mac mini
10:15 Cara cek lifetime SSD pada Mac
11:14 Model Identifier produk Apple Mac Silicon
12:43 Uji Speedometer 2.0 Mac Studio vs Mac mini
14:43 Eficiency core Mac Studio vs Mac mini
15:26 Uji coba launch aplikasi dari Adobe Creative Cloud
16:49 Rekomendasi komputer budget 10 juta
18:11 Sistem secure by design dari Apple
18:27 Closing

Gimana nih menurut kalian tentang review dari Apple Mac mini M2? Jika kalian ada pertanyaan bisa tulis di kolom komentar ya guys!

Jika kalian suka video ini, jangan lupa like, comment, subscribe (berlangganan), dan share video ini ke temen-temen kalian semua ya, karena semua dukungan kalian itu mendorong kita untuk terus bikin video dan berkarya di YouTube.

Cheers & God bless you all
@Andy
 
Back
Top