Hi
@soldier123, dengan profil kalian, ada tiga jalur paling realistis:
- Jalur studi → kerja → residence. Ambil master 1 tahun (mis. Master of Management / Business Informatics / Healthcare Management). Yang kuliah pegang student visa; pasangan dapat Partner of a Student Work Visa(boleh kerja full-time); anak bisa sekolah negeri tanpa biaya. Setelah lulus lanjut Post-Study Work Visa, cari kerja full-time, lalu ke Skilled Migrant (6-point system).
- Jalur kerja langsung (AEWV). Perlu job offer dari Accredited Employer dengan gaji sesuai aturan. Peran seperti operations/analyst masih mungkin, tapi dari Indonesia peluangnya lebih kecil dibanding jalur studi.
- Program Care Workforce → ini salah satu jalur yang paling jelas menuju Resident Visa. Program ini fokus di sektor aged care dan kesehatan, bidang yang sangat kekurangan tenaga kerja di NZ. Skemanya: ambil Diploma (1 tahun) di bidang care, lalu bisa langsung kerja full-time sebagai caregiver dengan jalur Work to Residence yang jelas. Biaya memang cukup besar (kuliah + show money), tapi hasilnya lebih pasti karena sektor ini masuk ke area prioritas Immigration NZ.
Jadi kalau dirangkum:
- Option 1: Master (management/IT/healthcare) → jalur studi lalu kerja → resident.
- Option 2: Cari job offer langsung (AEWV) → lebih menantang tapi bisa kalau ada pengalaman yang sesuai.
- Option 3: Program Care Workforce → jalur paling pasti ke resident visa, meski butuh modal lebih di depan.
Biar dipetakan cepat, kirim CV (Inggris) dan halaman identitas paspor kalian ke
study@anavrin.media untuk initial assessment dan diarahkan ke opsi kampus/visa yang pas buat target “tinggal permanen”. Jangan ragu untuk bertanya kembali. Cheers!