Ingin kerja, kuliah, dan membawa keluarga ke Selandia Baru? Di video ini, Andy Saputra dan Henny Bunardy berbincang bersama Kevin, Kara, dan Mei, sebuah keluarga asal Medan yang berhasil membangun kehidupan baru di Selandia Baru melalui jalur Care Workforce. Mereka membahas proses studi, mencari employer, tantangan mendapatkan visa keluarga, syarat gaji minimum, biaya sekolah anak, hingga realita mencari kerja sebagai Care Worker di Selandia Baru.
Keinginan untuk tinggal di luar negeri menjadi alasan utama Kevin dan keluarganya mencari peluang baru. Awalnya mereka mempertimbangkan Australia, namun biaya yang dinilai cukup tinggi membuat Kevin mulai mencari alternatif lain. Hingga akhirnya, ia menemukan Selandia Baru sebagai pilihan yang lebih sesuai dengan kondisi dan tujuan keluarganya.
Kevin memutuskan berangkat lebih dulu ke Selandia Baru untuk menempuh studi sekaligus mencari peluang kerja. Selama kurang lebih dua tahun, ia berjuang membangun karier, mendapatkan employer, hingga akhirnya berhasil membawa istri dan anaknya menyusul tinggal bersama di Selandia Baru.
Perjalanannya tentu tidak mudah. Salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi adalah memenuhi persyaratan minimum pendapatan agar keluarganya bisa memperoleh visa yang tepat. Jika syarat tersebut tidak terpenuhi, anaknya hanya bisa menggunakan Child Visitor Visa sehingga biaya pendidikannya menjadi jauh lebih mahal.
Selama menjalani studi, Kevin juga membagikan pengalamannya mengenai sistem pembelajaran Care Workforce di Selandia Baru. Menurutnya, materi yang diajarkan lebih banyak berfokus pada budaya kerja dan pelayanan di sektor healthcare dibandingkan keterampilan teknis. Kampus juga membantu menyediakan kesempatan internship, namun keberhasilan mendapatkan pekerjaan tetap sangat bergantung pada usaha masing-masing mahasiswa.
Kevin juga mengungkapkan bahwa proses mencari kerja di Selandia Baru tidak semudah yang banyak dibayangkan. Meski sering terdengar isu kekurangan tenaga kerja, menurut pengalamannya tetap dibutuhkan strategi, kesabaran, dan konsistensi agar bisa mendapatkan employer yang tepat.
Henny Bunardy turut menjelaskan salah satu alasan mengapa sebagian employer masih ragu merekrut pekerja migran. Banyak perusahaan, khususnya yang tidak memiliki tim HR, belum memahami proses pengurusan Job Token sehingga menganggap perekrutan tenaga kerja internasional cukup rumit.
Kesempatan internship pun dimanfaatkan Kevin sebaik mungkin. Ia berusaha menunjukkan etos kerja, meningkatkan kemampuan, dan mengumpulkan pengalaman sebanyak mungkin hingga akhirnya berhasil menarik perhatian pihak manajemen. Pengalaman tersebut menjadi salah satu langkah penting yang membuka jalan menuju kariernya saat ini.
Kisah Kevin membuktikan bahwa membangun kehidupan baru di Selandia Baru bukan hanya tentang keberanian mengambil langkah pertama, tetapi juga tentang konsistensi, kerja keras, dan kesabaran dalam menghadapi setiap proses.
Penasaran bagaimana perjuangan Kevin hingga akhirnya berhasil membawa keluarganya menetap di Selandia Baru? Jangan lewatkan cerita lengkapnya di Part 1 video ini.
00:00 Intro
00:41 Perkenalan
00:57 Sudah berapa lama di Selandia Baru?
01:07 Kenapa pindah ke Selandia Baru?
01:35 Cerita Kevin membawa keluarga ke Selandia Baru
02:28 Care Workforce bisa membawa keluarga
03:11 Care Worker termasuk NZSCO Level 4
03:45 Kebijakan khusus untuk Care Worker
04:15 Tantangan membawa keluarga
04:51 Minimal gaji untuk bisa membawa anak
05:19 Child Visitor Visa
05:35 Rata-rata biaya sekolah internasional
05:47 Proses mendapatkan gaji di atas persyaratan
06:28 Internship dibantu sekolah
06:47 Pendapat Kevin terkait proses mencari kerja
07:20 Berapa pekerjaan yang dilamar Kevin setiap hari?
07:37 Apply ke berbagai kota
07:46 Proses mencari pekerjaan Kevin
08:30 Awalnya mengira shortage tidak benar-benar terjadi
08:45 Kenapa employer bisa sangat selektif?
09:30 Peraturan baru terkait Job Token
09:47 Proses yang harus dilalui employer untuk mendapatkan Job Token
10:07 Banyak perusahaan di Selandia Baru tidak memiliki HR
10:50 Pemerintah sudah mendorong banyak perusahaan untuk akreditasi
11:24 Bagaimana sekolah Care Workforce di Selandia Baru?
11:48 Pengalaman internship Kevin
14:14 Cuplikan Part 2
Kalau suka video ini, jangan lupa like, comment, subscribe, dan share ke teman-teman. Dukungan kalian membantu kami terus menghadirkan konten seputar studi, kerja, visa, dan kehidupan di Selandia Baru.
Instagram: https://www.instagram.com/andyjsap
Cheers,
The Saputras