Tanya cara migrasi ke New Zealand

ChristoferCT

New member
User ID
2923
Joined
8 Feb 2026
Messages
2
Reaction score
1
Points
3
Dear Ko Andy,

Akhir tahun lalu, saya baru dapat kabar bahwa NZ buka peluang imigrasi dan dipermudah.
Saya sangat tertarik untuk migrasi, cari info, dan ketemu forum ini, lalu nonton youtube channel ko Andy.

Sekarang saya berumur 50 tahun, lulusan SMA, pernah kuliah sampai skripsi tapi gak diteruskan karena keenakan kerja.
Sekarang berwiraswata di printing / graphic design.
Istri umur 47 tahun, S1, bekerja di corporate.
Anak 16 tahun dan 9 tahun.

Pertanyaan:
1. Jalur apa yang paling cocok untuk dapat migrasi ke NZ, tujuan nya sampai dapat residency.
2. Apa memungkinkan dapat sponsorship dari perusahaan dan apply nya dari Indonesia ( dapat job offer dulu baru berangakat )
3. Saya tertarik dengan job carpenter / wood machinist / fitter, apakah ada jalur sekolahnya seperti care workforce?
4. Semua job di point 3 itu sepertinya job level 4 ya? apakah bisa membawa keluarga? jika tidak, bagaimana cara yang ok? apakah saya harus pergi sendiri dulu untuk kerja, sekolah / magang dulu selama waktu tertentu?
5. Dan, misalkan sudah dapat job beneran yg full 40 jam seminggu, lalu baru bawa keluarga, istri boleh cari job offer di Indo dulu apa sewaktu tiba di NZ baru cari.
6. Apakah kita bisa membeli rumah dengan pekerjaan ini dalam jangka panjang? berita yang beredar sekarang adalah harga properti melambung tinggi sampai penduduk NZ pun merasa tidak bisa membeli, saya tanyakan ini karena memang rencana saya benar benar bisa pindah dan pensiun di NZ.

Demikian pertanyaan saya, moga-moga bisa diberikan pencerahan.

Terimakasih untuk waktu dan perhatiannya.

Regards,
Chris
 
Halo @ChristoferCT, terima kasih sudah jelaskan profilnya dengan lengkap — aku jawab jujur & realistis ya 👍

1️⃣ Jalur paling cocok ke residence
Dengan usia 50, jalur seperti Skilled Migrant Category (SMC) sudah sangat terbatas.
Yang masih realistis biasanya:
  • Work visa (AEWV) → kalau dapat job offer (tidak mudah dari Indonesia)
  • Student pathway (istri atau anak sebagai applicant utama) → ini sering jadi strategi keluarga
2️⃣ Dapat job offer dari Indonesia?
Bisa, tapi cukup sulit, apalagi untuk posisi non-skilled. Employer NZ jarang sponsor dari offshore kecuali benar-benar butuh skill tersebut.

3️⃣ Carpenter / wood machinist / fitter
Ini masuk trade (skill-based) dan memang ada jalur:
  • Kursus / trade training di NZ
  • Apprenticeship
    Tapi beda dengan care workforce, pathway ke residence tidak selalu langsung/cepat.
4️⃣ Level job & bawa keluarga
Kalau dapat AEWV dengan gaji memenuhi threshold, umumnya:
  • Bisa bawa pasangan (open work visa)
  • Anak bisa sekolah gratis di NZ di public school
    Tapi kalau gaji di bawah threshold → opsi terbatas.
5️⃣ Strategi bawa keluarga
Biasanya:
  • Bisa langsung bawa keluarga kalau visanya memungkinkan
  • Atau datang dulu, lalu setelah stabil baru bawa keluarga
    Istri tidak perlu cari job dari Indonesia dulu, bisa cari setelah di NZ.
6️⃣ Soal beli rumah
Realitanya:
  • Harga properti NZ memang tinggi
  • Dengan pekerjaan trade, masih mungkin beli rumah, tapi biasanya butuh:
    • waktu (beberapa tahun)
    • dual income (suami + istri kerja)
    • financial discipline

Catatan jujur (penting)

Dengan profil saat ini, jalur tercepat ke PR itu tidak mudah.
Strategi yang sering berhasil:
👉 Istri atau anak jadi jalur utama (study) → lalu keluarga ikut → kerja → residence
Atau:
👉 Masuk lewat trade pathway, tapi siap dengan proses lebih panjang.


Semoga membantu dan bisa jadi gambaran yang lebih jelas ya 👍
 
Terimakasih sudah reply dan jawab pertanyaan saya,

Saya juga sudah menghubungi Queen City Law dengan pak Edwin, beliau beri masukan lewat study: istri ambil S2 atau saya ambil bachelor degree in construction.

Saya juga mau tanya, batas apply residence nya kan 55 tahun, sekarang saya 50 tahun, jadi saya harus di NZ ( study atau work ) minimal 2 tahun sebelum umur 55? jadi entah diapprove nya 5-8 tahun kemudian , yang penting pengajuan nya sebelum 55 ya, apakah betul?

Kalau berangkat sendiri dulu, suggest ko Andy pakai jalur apa dan tips nya apa saja.

Terimakasih atas waktu dan perhatiannya.
 
Sama-sama @ChristoferCT.

Untuk batas usia, yang dinilai itu saat apply residence, bukan saat di-approve. Jadi betul, selama pengajuan masuk sebelum 55, masih bisa diproses walaupun keputusan keluar setelahnya. Tapi tetap perlu diperhatikan jalurnya, kerana tidak semua pathway residence pakai batas usia yang sama.

Soal pilihan jalur, saran @Edwin dari QCL itu memang cukup umum dipakai:
kalau ambil construction, itu cenderung lebih “on demand” dan bisa lebih cepat ke kerja yang relevan. Sedangkan S2 (management) lebih umum, jadi biasanya lebih kompetitif di job market.

Kalau berangkat sendiri dulu, pendekatan yang sering dipakai itu:
ambil study yang langsung align ke skill shortage, lalu targetkan cepat dapat kerja yang relevan setelah lulus. Kuncinya bukan di studinya saja, tapi di pekerjaan setelahnya yang harus sesuai supaya bisa lanjut ke residence.

Perlu juga realistis dengan timeline. Umur sekarang 50, jadi margin waktunya tidak terlalu panjang. Idealnya pilih jalur yang:
cepat selesai, cepat masuk kerja, dan jelas pathway ke resident.

Kalau mau gambaran strategi dan hal-hal yang sering bikin gagal/berhasil, boleh lihat ini juga:


Semoga membantu ya.
 
 Short URL:
Back
Top