Di video kali ini, Andy Saputra dan Henny Bunardy membahas update terbaru Post Study Work Visa (PSWV) dan Short Term Graduate Visa di Selandia Baru tahun 2026. Perubahan ini menjadi perhatian banyak calon mahasiswa internasional yang ingin kuliah di New Zealand sekaligus mencari peluang kerja setelah lulus.
Selama ini, Post Study Work Visa menjadi salah satu jalur paling populer bagi mahasiswa internasional untuk mendapatkan izin kerja setelah menyelesaikan studi. Sebagai contoh, lulusan program Master dapat memperoleh PSWV hingga 3 tahun. Pemerintah Selandia Baru juga terus menyesuaikan kebijakan ini untuk meningkatkan daya tarik pendidikan internasional sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi para lulusan.
Salah satu perubahan yang menarik adalah hadirnya Short Term Graduate Visa, yaitu visa kerja terbuka (open work visa) yang memungkinkan lulusannya bekerja di berbagai sektor tanpa dibatasi industri tertentu. Visa ini ditujukan khusus bagi lulusan kualifikasi Level 5 hingga Level 7, terutama Graduate Diploma yang sebelumnya tidak memiliki akses ke jalur PSWV.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Karena berfungsi sebagai visa transisi atau "jembatan", durasi visa ini hanya 6 bulan dan pemegang visa tetap perlu memperoleh sponsor employer untuk melanjutkan ke jalur visa kerja berikutnya, seperti AEWV.
Selain itu, visa ini juga memiliki beberapa keterbatasan, termasuk tidak dapat digunakan untuk membawa pasangan maupun anak sebagai dependent. Bagi keluarga yang ingin berkunjung, proses yang digunakan akan berbeda dibandingkan pemegang PSWV.
Andy dan Henny juga membahas perbedaan mendasar antara Short Term Graduate Visa dan Post Study Work Visa, mulai dari durasi, fleksibilitas, hingga peluang yang tersedia setelah lulus. Bagi sebagian orang, program studi dengan biaya yang lebih terjangkau seperti diploma atau bisnis bisa menjadi pilihan yang sangat menarik dibandingkan program yang lebih panjang.
Di sisi lain, PSWV tetap menawarkan berbagai keuntungan tambahan, termasuk kesempatan membawa keluarga, hak kerja bagi pasangan, akses pendidikan bagi anak, serta layanan kesehatan selama tinggal di Selandia Baru.
Ada juga satu hal penting yang sering luput dari perhatian calon mahasiswa: PSWV hanya dapat diperoleh satu kali. Karena itu, strategi memilih program studi dan jalur visa menjadi keputusan yang perlu dipertimbangkan dengan matang sejak awal.
Jadi, visa mana yang lebih cocok untuk tujuanmu? Apa saja peluang dan tantangan dari masing-masing jalur tersebut? Temukan penjelasan lengkapnya di video ini agar kamu bisa membuat keputusan yang lebih tepat untuk masa depanmu di Selandia Baru.
00:00 Intro
01:00 Update Post Study Work Visa 2026
01:30 Apa Itu PSWV?
02:08 Pemerintah Ingin Mendorong Lebih Banyak Mahasiswa Internasional
02:26 Meningkatkan Kualitas Pendidikan Internasional
03:00 Short Term Graduate Visa
03:32 Siapa yang Memenuhi Syarat Short Term Graduate Visa?
04:01 Umumnya untuk Program Diploma
04:40 Harus Memiliki Kontrak Kerja
05:18 Bisa Membuka Usaha Setelah Mendapat Resident Visa
05:24 Durasi Visa Hanya 6 Bulan
05:33 Perpanjangan Harus Melalui AEWV
05:47 Berfungsi Sebagai Visa Jembatan
06:03 Bisakah Membawa Keluarga dengan Short Term Graduate Visa?
06:33 Perbedaan Short Term Graduate Visa dan PSWV
07:33 Dulu Graduate Diploma Tidak Mendapat Open Work Visa
07:47 Durasi PSWV
08:16 Cocok untuk General Industry
09:04 Biaya Pendidikan Lebih Terjangkau
09:11 Pathway to Residence
10:14 Pathway to Residence Model Baru
10:26 Apa Itu ANZSCO 1–3?
10:36 Apakah PSWV Bisa Membawa Keluarga?
11:13 Apakah Bisa Mendapat PSWV Dua Kali?
11:46 Untuk yang Berminat Kerja, Studi, atau Menetap di Selandia Baru
12:35 Forum Komunitas Andy Saputra
12:52 Closing
Kalau suka video ini, jangan lupa like, comment, subscribe, dan share ke teman-teman kamu. Dukunganmu membantu kami terus membuat konten yang bermanfaat untuk masyarakat Indonesia yang ingin studi, bekerja, dan tinggal di Selandia Baru.
Instagram: https://www.instagram.com/andyjsap
Cheers,
The Saputras