@dimaskha: kondisinya cukup umum ya—background tidak linear, tapi masih bisa disusun kok strateginya.
Kalau targetnya NZ dan bawa keluarga, kuncinya bukan di
“jurusan apa yang paling menarik”, tapi yang paling dekat ke kebutuhan market dan jalur visa. UI/UX saat ini tidak termasuk green list, jadi kalau ambil S2 itu, peluang ke residence ada tapi tidak sekuat sektor lain, dan kompetisinya cukup tinggi.
Dengan usia 42, pendekatan yang lebih aman biasanya pilih bidang yang lebih
“dibutuhkan” seperti
care workforce,
construction, atau
trade. Banyak yang akhirnya pivot ke caregiver/aged care karena jalurnya lebih jelas dan realistis untuk dapat kerja lalu lanjut ke residence. Jadi bukan soal passion dulu,
tapi masuk dulu ke NZ dengan jalur yang feasible, baru nanti bisa berkembang.
Kalau opsinya istri ambil studi juga boleh, tapi tetap sama prinsipnya—pilih bidang yang demand-nya tinggi. HR (SDM) di NZ juga agak susah tembus tanpa local experience.
Aku sudah bahas strategi realistisnya di sini:
—
@markusherbayu: S2 HR di NZ memang tidak terlalu umum dan secara peluang kerja juga tidak sekuat bidang lain.
Kalau ambil Bachelor lagi di bidang seperti caregiver itu bukan
“sia-sia”, justru banyak yang ambil jalur itu karena lebih align dengan kebutuhan NZ. Memang harus siap mulai dari bawah, tapi jalurnya lebih jelas dibanding memaksakan di HR.
Jadi kalau dilihat secara strategi:
lebih baik ambil bidang yang demand tinggi dan ada pathway ke visa/residence, dibanding tetap di bidang lama tapi peluangnya kecil.
Intinya bukan soal gelarnya, tapi seberapa besar peluangnya jadi kerja dan bisa stay di NZ.
Semoga kebayang ya arahnya